Mempertanyakan Pertanyaan : Mendalami Makna Pertanyaan dalam Bahasa Yunani Koine 

Penulis

  • Andreas Hauw

DOI:

https://doi.org/10.36421/veritas.v7i1.162

Kata Kunci:

Greek language -- Grammar.

Abstrak

Dalam kelas bahasa Yunani yang saya bimbing terjadi diskusi hangat mengenai bagaimana menerjemahkan kalimat “Are we able to do it? ” (Sanggupkah kita untuk melakukan hal ini?). Seorang mahasiswa menerjemahkannya dengan dunametha poiein touto lalu saya mengusulkan untuk menambahkan partikel un atau unti di depan kalimat pertanyaan itu. Hasilnya, kalimat itu akan menjadi un (unti) dunametha poiein touto. Namun, sang mahasiswa tetap pada pendiriannya dengan alasan kalau partikel un atau unti mau ditambahkan maka perlu diubah pertanyaannya menjadi “Are we possible to do it? ” atau “Apakah mungkin kita melakukan hal ini.” Rupanya, dia tidak menyadari bahwa kalimat “Are we able to do it? ” selaras dengan “Are we possible to do it? ” Kita akan kembali ke pokok ini nanti. Jadi, sang mahasiswa mengerti pertanyaan “Are we able to do it? ” sebagai pertanyaan biasa, kalau ditempatkan dalam kategori jenis pertanyaan menurut tata bahasa Yunani. Apa artinya pertanyaan biasa dalam tata bahasa Yunani?

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

01-04-2006

Cara Mengutip

Hauw, Andreas. “Mempertanyakan Pertanyaan : Mendalami Makna Pertanyaan Dalam Bahasa Yunani Koine ”. Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 7, no. 1 (April 1, 2006): 37–46. Diakses Mei 6, 2026. https://ojs.seabs.ac.id/index.php/Veritas/article/view/162.

Terbitan

Bagian

Artikel