Refleksi Teologis tentang Rekonsiliasi sebagai Tujuan Resolusi Konflik

Authors

  • Ferry Yang

DOI:

https://doi.org/10.36421/veritas.v8i1.171

Keywords:

Reconciliation -- Religious aspects -- Christianity.

Abstract

Ketika saya masih anak-anak, saya selalu diajar untuk berekonsiliasi dengan siapapun saya berkonflik, entah dengan saudara, saudara sepupu, ataupun dengan teman. Orang tua saya, orang-orang yang dituakan, guru-guru, semua mengajarkan untuk berjabat tangan dengan siapapun saya berseteru, sebagai simbol rekonsiliasi, tanpa upaya mengejar kebenaran. Tujuan utamanya adalah untuk menghindari kerusakan yang lebih jauh dan untuk memelihara kedamaian. Di sisi lain, kebenaran hanya dikejar dengan tujuan keadilan, yang berarti yang bersalah dihukum. Akhirnya, saya bertumbuh dengan pengertian bahwa ada dua kemungkinan resolusi konflik: rekonsiliasi atau keadilan. Warisan budaya saya lebih mengetengahkan rekonsiliasi dibanding keadilan. Sebab di dalam rekonsiliasi hubungan dipelihara dan kita menghargai relasi lebih daripada kebenaran. Dalam hal ini, rekonsiliasi dipandang berada di luar keadilan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ferry Yang

Penulis memperoleh gelar M. A. Dalam Educational Ministry dari Calvin Theological Seminary, Grand Rapids, Amerika Serikat (2000) dan telah menyelesaikan studi Ph. D. dalam bidang Educational Studies di Trinity International University, Deerfield, Illinois, Amerika Serikat

Downloads

Published

01-04-2007

How to Cite

Yang, Ferry. “Refleksi Teologis Tentang Rekonsiliasi Sebagai Tujuan Resolusi Konflik”. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 8, no. 1 (April 1, 2007): 67–81. Accessed May 21, 2022. https://ojs.seabs.ac.id/index.php/Veritas/article/view/171.

Issue

Section

Articles