Apakah yang Cape Town Perlu Katakan pada [Kaum Injili di] Indonesia?: Suatu Tinjauan dan Refleksi terhadap Komitmen Cape Town dan Implikasinya pada Kaum Injili di Indonesia

  • Adrianus Yosia Sekolah Tinggi Teologi SAAT
Keywords: Komitmen Cape Town, Kemiskinan, Multikulturalisme, Multikultur, Ketimpangan, Imperatif dan indikatif, Injili

Abstract

Dokumen Komitmen Cape Town merupakan salah satu dokumen yang sangat penting di dalam sejarah kaum injili. Namun, penulis melihat bahwa dokumen ini jarang sekali dibahas di dalam kancah perteologian di Indonesia. Dengan demikian, artikel ini akan membahas butir-butir pemikiran dari Komitmen Cape Town dan mengontekskannya ke dalam dua konteks sosial di Indonesia, yaitu kondisi multikultur dan multikulturalisme dan juga kemiskinan dan ketimpangan. Hasil akhir dari pembahasan ini adalah sepuluh buah saran (dalam bentuk indikatif dan imperatif) yang dapat menjadi acuan bagi kaum injili di Indonesia.

Kata-kata kunci: Komitmen Cape Town, Kemiskinan, Multikulturalisme, Multikultur, Ketimpangan, Imperatif dan indikatif, Injili

 

English :

The Cape Town Commitment is one of the important documents pertaining to the history of evangelicals today. Even though this document is important rarely is it discussed in the Indonesia context. Thus, this article will discuss the Cape Town Commitment within two social contexts in Indonesia; multiculturalism and the multicultural condition and with respect to the evident poverty and economic gap. This study results in ten specific suggestions (in both the indicative and the imperative) that can function as guidelines for evangelicals in the Indonesia context.

Keywords: The Cape Town Commitment, Poverty, Multiculturalism, Multicultural, Economic Gap, Imperative and indicative, Evangelical

Author Biography

Adrianus Yosia, Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Penulis menyelesaikan studi di ITB dan melanjutkan pendidikan pascasarjana di STT SAAT. Penulis tertarik dengan isu-isu seputar teologi publik, misiologi dan teologi kontekstual. Saat ini penulis sedang melayani di GKKK Ambon.

References

Adiprasetya, Joas. “Berteologi dalam Perjumpaan dengan Sang Lain.” Jurnal Teologi Proklamasi 2, no. 1 (June 2002): 287–298.

Adiprasetya, Joas. Mencari Dasar Bersama. Jakarta: Gunung Mulia, 2002.

Adiprasetya, Joas. “(Post-) Liberalisme dan Perjumpaan Antar Iman.” Penuntun 5, no. 19 (2013): 287– 298.

Aritonang, Jan S. Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja. 5th ed. Jakarta: Gunung Mulia, 2010.

Balitbang PGI, ed. Agama dalam Dialog. Jakarta: Gunung Mulia, 1999.

Banawiratma, J. B. “Bersama Saudara-saudari Beriman Lain.” Dalam Dialog: Kritik & Identitas Agama, 15–35. 3rd ed. Yogyakarta: Interfidei, 2004.

Banawiratma, J. B. “Christian Life in Religious Pluralism: Ecumenical Concerns in Interreligious Dialogue.” CTC Bulletin V, no. 2 (December 1998): 46–52.

Banawiratma, J. B. “Mengembangkan Teologi Agama-agama.” Dalam Meretas Jalan Teologi Agama-Agama di Indonesia, diedit oleh Tim Balitbang PGI. Jakarta: Gunung Mulia, 1999.

Bidang Marturia, ed. Agama-agama, Kekerasan, dan Perdamaian. Jakarta: Bidang Marturia, PGI, 2005.

Bowen, John R. “Return to Sender: A Muslim Discourse of Sorcery in a Relatively Egalitarian Society, the Gayo of Northern Sumatra.” Dalam Understanding Witchcraft and Sorcery in Southeast Asia, diedit oleh C. W. Watson dan R. F. Ellen, 179–190. Hawaii: University of Hawaii Press, 1993.

BPS. “Berita Statistik September 2015.” Diakses 20 Mei 2016. https://www.bps.go.id/index.php/brs/1277.

BPS. Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-Hari Penduduk Indonesia. t. k.: BPS, 2010. Diakses 25 Oktober 2015. http://www.bps.go.id/website/pdf_publikasi/watermark%20_Kewarganegaraan,%20Suku%20Bangsa,%20Agama%20dan%20Bahasa_281211.pdf.

BPS. “Koefisien GINI.” Diakses 20 Mei 2016. https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/indikator/22.

BPS. Laporan Bulanan Data Statistik Agustus 2016. Diedit oleh Subdirektorat Publikasi dan Kompilasi Statistik. t. k.: BPS, 2016. Diakses 30 Agustus 2016. https://www.bps.go.id/website/pdf_publikasi/Laporan-Bulanan-Data-Sosial-Ekonomi-Agustus-2016.pdf.

BPS. “Perhitungan Garis Kemiskinan.” Diakses 29 Juli 2016. https://www.bps.go.id/Subjek/view/id/23.

BPS. “Persentase Penduduk Miskin Maret 2016 Mencapai 10,86 Persen.” Diakses 29 Juli 2016. https://www.bps.go.id/Brs/view/id/1229.

Brown, Lindsay. “We Have a Gospel to Proclaim.” Dalam The Lausanne Legacy, diedit oleh J. E. M. Cameron. Peabody: Hendrickson, 2016.

Cameron, J. E. M. ed. The Lausanne Legacy. Peabody: Hendrickson, 2016.

Carson, D. A. The Gagging of God: Christianity Confronts Pluralism. Fifteenth Edition. Zondervan, 2011.

Carson, D. A. “Revisi Atas Garis Kemiskinan.” Kompas, April 11, 2014.

Cunningham, Clarke E. “Indonesia.” Diedit oleh Carol R. Ember dan Melvin Ember. Countries and Their Cultures. New York: Macmillan Reference USA, 2001. Gale Virtual Reference Library.

Diredja, Kartika. “YESUS, SANG ORANG ASING: Alternatif Kristologi bagi Orang Indonesia-Tionghoa-Kristen.” Indonesian Journal of Theology 2, no. 2 (Desember 2014): 119–135.

Ellen, Roy. “Anger, Anxiety, and Sorcery: An Analysis of Some Nuaulu Case Material from Seram, Eastern Indonesia.” Dalam Understanding Witchcraft and Sorcery in Southeast Asia, diedit oleh C. W. Watson dan R. F. Ellen, 81–97. Hawaii: University of Hawaii Press, 1993.

Fallderama, Fially. “Ajek dan Lentur: Pengkajian Ulang Atas Teologi Kontekstual.” Dalam Dari Disabilitas Ke Penebusan, diedit oleh Ronald Arulangi, Hans Abdiel Harmakaputra, Nindyo Sasongko, dan Abraham Silo Wilar, 217–232. Jakarta: Gunung Mulia, 2016.

Firdausy, Carunia Mulya. “Garis Kemiskinan Perlu Dinaikkan.” Kompas, October 17, 2014. Diakses 17 April 2016. http://www.dikti.go.id/garis-kemiskinan-perlu-dinaikkan/.

Ford, Leighton. “Foreword.” Dalam The Lausanne Legacy, diedit oleh J. E. M. Cameron, vix–xxii. Peabody: Hendrickson, 2016.

Forth, Gregory. “Social and Symbolic Aspect of the Witch among the Nage of Eastern Indonesia.” Dalam Understanding Witchcraft and Sorcery in Southeast Asia, diedit oleh C. W. Watson dan R. F. Ellen, 99–122. Hawaii: University of Hawaii Press, 1993.

Hunt, Robert A. “The History of the Lausanne Movement, 1974-2010.” International Bulletin of Missionary Research 35, no. 2 (April 2011): 81–84.

Lubis, Mochtar. Manusia Indonesia. Jakarta: Idayu, 1974.

McGrath, Alister. Evangelicalism and The Future of Christianity. Downer Grove: Inter Varsity Press, 1995.

Mamahit, Ferry Y. “Globalisasi, Gereja Injili dan Transformasi Sosial.” Veritas 6, no. 2 (Oktober 2005): 253–375.

Mangililo, Ira D. “Teologi Feminis di Indonesia sebagai Teologi di Ruang Ketiga.” Dalam Dari Disabilitas ke Penebusan, diedit oleh Ronald Arulangi, Hans Abdiel Harmakaputra, Nindyo Sasongko, dan Abraham Silo Wilar. Jakarta: Gunung Mulia, 2016.

Neff, David. “Love Language.” Christianity Today, Desember 2010.

Netland, Harold, dan Gerald R. McDermott. A Trinitarian Theology of Religions: An Evangelical Proposal. Oxford: Oxford University Press, 2014.

Nitibaskara, Ronny. “Observation on the Practice of Sorcery in Java.” Dalam Understanding Witchcraft and Sorcery in Southeast Asia, diedit oleh C. W. Watson dan R. F. Ellen, 123–133. Hawaii: University of Hawaii Press, 1993.

Noll, Mark A. “Ecumenical Realities and Evangelical Theology.” Dalam Renewing the Evangelical Mission, diedit oleh Richard Lints. Grand Rapids: Eerdmans, 2013.

Noll, Mark A. Turning Points: Decisive Moments in the History of Christianity. Third Edition. Grand Rapids: Baker Academic, 2012.

Packer, J. I., dan Thomas C. Oden. Satu Iman. Diedit oleh Yessy dan Lautan Asima Siregar. Jakarta: Gunung Mulia, 2011.

Padilla, C. René. “The Future of the Lausanne Movement.” International Bulletin of Missionary Research 35, no. 2 (April 2011): 86–87.

Panikkar, Raimon. The Intra-Religious Dialogue. Reprint. Marwah: Paulist, 1999.

Sarapung, Elga, Noegroho Agoeng, dan Alfred B. Jogoena, eds. Dialog: Kritik & Identitas. 3rd ed. Yogyakarta: Interfidei, 2004.

Schiller, Anne. “An ‘Old’ Religion in ‘New Order’ Indonesia: Notes on Ethnicity and Religious Affiliation.” Sociology of Religion 57, no. 4 (Winter 1996): 409–417.

Schreiter, Robert J. “From the Lausanne Covenant to the Cape Town Commitment: A Theological Assesment.” International Bulletin of Missionary Research 35, no. 2 (April 2011): 89–91.

Sibarani, Theodorus B. “Berteologi dalam Pembangunan Sosial di Indonesia.” Dalam Dari Disabilitas ke Penebusan, diedit oleh Ronald Arulangi, Hans Abdiel Harmakaputra, Nindyo Sasongko, dan Abraham Silo Wilar. Jakarta: Gunung Mulia, 2016.

Singgih, Gerith. Dari Israel Ke Asia. Revisi. Jakarta: Gunung Mulia, 2012.

Stott, John R. W. Issues Facing Christian Today. 4th ed. Grand Rapids: Zondervan, 2011.

Sugden, Chris, dan David Bosch. “From Partnership to Marriage: Consultation on the Relationship between Evangelism and Social Responsibility (CRESR).” Themelios 8, no. 2 (1983).

Susabda, Yakub B. Kaum Injili. 2nd ed. Malang: Gandum Mas, 1997.

“About the Movement.” Diakses 31 Agustus 2016. https://www.lausanne.org/about-the-movement.

“Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia.” Diakses 14 September 2015. http://www.worldbank.org/in/country/indonesia/brief/reducing-extreme-poverty-in-indonesia.

“The Lausanne Covenant.” Diakses 23 September 2016. https://www.lausanne.org/content/covenant/lausanne-covenant.

“Butir-Butir Pancasila.” Diakses 22 Maret 2016. http://bphn.go.id/data/documents/butir-butir_pancasila_1.doc.

“Indonesia Rising Divide.” Diakses 13 Mei 2016. http://www.worldbank.org/en/news/feature/2015/12/08/indonesia-rising-divide.

“Indonesia: Rising Inequality Risks Long-Term Growth Slowdown.” Diakses 2 September 2016. http://www.worldbank.org/en/news/press-release/2015/12/08/rising-inequality-risks-long-term-growth-slowdown.

“The Manila Manifesto.” Diakses 8 September 2016. http://www.lausanne.org/content/manifesto/the-manila-manifesto.

“Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.” Diakses 14 Maret 2016. http://www.kemenag.go.id/file/dokumen/UUPerkawinan.pdf.

Vanhoozer, Kevin J. First Theology: God, Scripture, and Hermeneutics. Downers Grove: InterVarsity, 2002.

Yewangoe, A. A. Tidak Ada Ghetto. Jakarta: Gunung Mulia, 2009.

Yewangoe, A. A. “Keprihatinan dan Harapan Gereja terhadap Masalah Kemiskinan di Indonesia.” Dalam Gerakan Oikumene: Tegar Mekar di Bumi Pancasila. 4th ed. Jakarta: Gunung Mulia, 2012.

Yosia, Adrianus. “Let the Indonesian Hear His Voice.” Consilium 13 (July 2015): 117–131.

Yosia, Adrianus. “Wahai Pengikut Kristus, Mainkanlah Drama yang Mentransformasikan Itu!” Indonesian Journal of Theology 3, no. 2 (December 2015): 185–205.

“Kesenjangan Jadi Tantangan Besar.” Kompas, June 2, 2016.

“The Cape Town Commitment: A Confession of Faith and A Call to Action.” International Bulletin of Missionary Research 35, no. 2 (April 2011): 59–80.

“WEA Joins Lausanne Movement in Celebrating 40th Anniversary of Lausanne Congress and Lausanne Covenant.” Diakses 31 Agustus 2016. http://www.worldea.org/news/4383/wea-joins-lausanne-movement-in-celebrating-40th-anniversary-of-lausanne-congress-and-lausanne-covenant.

Published
2017-12-01
How to Cite
Yosia, A. (2017). Apakah yang Cape Town Perlu Katakan pada [Kaum Injili di] Indonesia?: Suatu Tinjauan dan Refleksi terhadap Komitmen Cape Town dan Implikasinya pada Kaum Injili di Indonesia. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 16(2), 115-134. https://doi.org/10.36421/veritas.v16i2.13
Section
Articles