Teologi Biblika mengenai Perpuluhan

Authors

  • Murni H. Sitanggang

DOI:

https://doi.org/10.36421/veritas.v12i1.240

Keywords:

Tithes -- Biblical teaching.

Abstract

Perpuluhan merupakan salah satu aspek penting dalam hal memberi yang tak dapat diabaikan dalam kehidupan material segenap umat Tuhan, yang sangat tertib pelaksanaannya di masa PL. Selain itu, perpuluhan merupakan salah satu sistem pengelolaan keuangan yang ditetapkan oleh Allah sendiri. Akan tetapi perpuluhan ini kemudian berkembang menjadi sesuatu yang dianggap kontroversial. Ada yang menganggap praktik ini sudah tidak berlaku lagi di zaman sekarang, hanya berlaku di zaman PL di bawah hukum Taurat Musa, namun ada pula yang dengan tertib mematuhinya. Itu sebabnya penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut berbagai kontroversi seputar ajaran ini dan bagaimana sesungguhnya pengajaran Alkitab mengenai perpuluhan. Apakah perpuluhan masih relevan dilakukan di zaman sekarang ini? Atau itu hanya berlaku di zaman PL saja? Sebab ada yang beranggapan memberi perpuluhan adalah mekanisme hukum Taurat, sementara Tuhan Yesus sendiri sudah menggenapi hukum Taurat dengan kematian-Nya di kayu salib sehingga segala bentuk mekanisme Taurat tidak membebani kita lagi. Apa dan bagaimana solusi yang tepat seputar kontroversi dan relevansi perpuluhan di masa kini, itulah yang akan dibahas dalam tulisan ini.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

01-04-2011

How to Cite

Sitanggang, Murni H. “Teologi Biblika Mengenai Perpuluhan”. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 12, no. 1 (April 1, 2011): 19–37. Accessed June 25, 2022. https://ojs.seabs.ac.id/index.php/Veritas/article/view/240.

Issue

Section

Articles