Pemahaman Pimpinan Sinode Gereja Kristus Tuhan Mengenai Eklesiologi Reformed Sebagai Dasar Kebijakan Pelayanan Digital Gereja
DOI:
https://doi.org/10.36421/veritas.v23i1.740Kata Kunci:
Pandemi, Eklesiologi Reformed, Daring, Digital, Kebijakan GerejaAbstrak
Pandemi COVID-19 telah membuat perubahan bagi dunia. Perubahan yang memaksa Sinode Gereja Kristus Tuhan (GKT) untuk terjun dalam pelayanan digital. Bagi Sinode GKT, pelayanan digital merupakan model pelayanan yang baru dan belum terbiasa. Sebagai gereja yang menganut teologi Reformed, Sinode GKT perlu untuk merespons pelayanan digital ini dalam pemahaman eklesiologi Reformed. Karena itu, penelitian dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman pimpinan Sinode GKT mengenai eklesiologi Reformed sebagai dasar kebijakan pelayanan digital gereja. Untuk mencapai tujuan ini, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dasar. Dalam penelitian ini ada dua belas pimpinan Sinode GKT yang diwawancara. Mereka terdiri dari pejabat sinode dan gembala sidang yang melayani di GKT dari berbagai lokasi. Penelitian ini menghasilkan empat temuan terkait kebijakan pelayanan digital yang ditinjau dari pemahaman eklesiologi Reformed. Kebijakan pelayanan digital yang ditinjau dari pemahaman eklesiologi Reformed yang ditemukan berkaitan dengan kegiatan ibadah Minggu, persekutuan, pelaksanaan sakramen Perjamuan Kudus, dan kebijakan misi penginjilan.
Unduhan
Referensi
Afandi, Yahya. “Gereja dan Pengaruh Teknologi Informasi Digital Ecclesiology,” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. 2 (2018): 270–83, https://doi.org/10.34081/270033. DOI: https://doi.org/10.34081/270033
Allister, Donald. “Ecclesiology: A Reformed Understanding of the Church.” Churchman 103, no. 3 (1989): 249–61.
Atherstone, Andrew. “The Implications of Semper Reformanda.” ANVIL 26, no. 1 (2009): 31–42. https://biblicalstudies.org.uk/pdf/anvil/26-1_031.pdf.
Berkhof, Louis. Teologi Sistematika. Vol. 5, Doktrin Gereja. Diterjemahkan oleh Yudha Thianto. Surabaya: Momentum, 2003.
Calvin, John. Institutes of the Christian Religi-on. 2 vol. Diedit oleh John T. McNeill. Diterjemahkan oleh Ford L. Battles. Philadelphia: Westminster, 1959.
Campbell, Heidi A., ed. Digital Ecclesiology: A Global Conversation. Texas: Digital Religion, 2020.
Campbell, Heidi A., ed. Religion in Quarantine: The Future of Religion in A Post-Pandemic World. Texas: Digital Religion, 2020.
Campbell, Heidi A., dan Ruth Tsuria, ed. Digital Religion: Understanding Religious Practice in Digital Media. Lanham: Lexington, 2021. DOI: https://doi.org/10.4324/9780429295683
Corbin, Juliet M. dan Anselm Strauss. “Grounded Theory Research: Procedures, Canons, and Evaluative Criteria.” Qualitative Sociology 13, no. 1 (1990): 3–21. https://doi.org/10.1007/BF00988593. DOI: https://doi.org/10.1007/BF00988593
Departemen Dogma dan Penelitian. Buku Pedoman Katekhisasi: Di atas Dasar Yang Teguh. Malang: Sinode Gereja Kristus Tuhan, 1995.
Douglass, Jane D. “Calvin and The Church Today: Ecclesiology as Received, Changed, and Adapted,” Theology Today 66, no. 2 (Juli 2009): 135–58, https://doi.org/10.1177/004057360906600202. DOI: https://doi.org/10.1177/004057360906600202
Dwiraharjo, Susanto. “Konstruksi Teologis Gereja Digital: Sebuah Refleksi Biblis Ibadah Online di Masa Pandemi Covid-19,” Epigraphe: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 4, no. 1 (2020): 1-17. http://doi.org/10.33991/epigraphe.v4i1.145. DOI: https://doi.org/10.33991/epigraphe.v4i1.145
Hartono, Handreas. “Mengaktualisasikan Amanat Agung Matius 28:19-20 dalam Konteks Era Digital.” Kurios 4, no. 2 (2018): 157-66. https://doi.org/10.30995/kur.v4i2.87. DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v4i2.87
Hutahaean, Hasahatan, Bonnarty Silalahi, dan Linda Simanjuntak. “Spiritualitas Pandemik: Tinjauan Fenomenologi Ibadah Di Rumah.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4 (Agustus 1, 2020): 235-50. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i2.270. DOI: https://doi.org/10.46445/ejti.v4i2.270
Key, Michael David. “The Church as Organism: Herman Bavinck’s Ecclesiology for a Postmodern Context.” Princeton Theological Review 18. 1 (2015). https://www.semanticscholar.org/paper/The-Church-as-Organism%3A-Herman-Bavinck%E2%80%99s-for-a-Key/952bfe01ebbdbf7781528da414ba4e01945e0ff4.
Kim, Yosep. The Identity and the Life of the Church : John Calvin’s Ecclesiology in the Perspective of His Anthropology. Princeton Theological Monograph Series. Eugene: Pickwicks, 2014. DOI: https://doi.org/10.2307/j.ctt1cgf531
Koffeman, Leo J. “‘Ecclesia Reformata Semper Reformanda’ Church Renewal from a Reformed Perspective.” HTS Theological Studies 71, no. 3 (2015): 8–19. http://dx.doi.org/10.4102/hts.v71i3.2875. DOI: https://doi.org/10.4102/hts.v71i3.2875
Lukito, Daniel L. Gereja di Tengah Gejolak Zaman: Berjalan dalam Kebenaran, Kewaspadaan dan Kebijaksanaan. Malang: Sekolah Tinggi Teologi SAAT, 2022.
Merriam, Sharan B. Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation. San Francisco: Jossey-Bass, 2009.
Nugrahani, Farida. Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Solo: Cakra, 2014.
Ravitch, Sharon M., dan Nicole Mittenfelner Carl. Qualitative Research: Bridging the Conceptual, Theoretical, and Methodological. Thousand Oaks: SAGE, 2016.
Risno, Florensius. “Dampak dari Ibadah Online bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini.” Open Science Framework Preprints (Oktober 2020). https://doi.org/10.31219/osf.io/4aqeg. DOI: https://doi.org/10.31219/osf.io/4aqeg
Silitonga, Roedy. “Respon Gereja Atas Pandemik Coronavirus Disease 2019 dan Ibadah Rumah.” Manna Rafflesia 6, no. 2 (2020): 86–111. https://doi.org/10.38091/man_raf.v6i2.125. DOI: https://doi.org/10.38091/man_raf.v6i2.125
Tambunan, Fernando. “Analisis Dasar Teologi terhadap Pelaksanaan Ibadah Online Pascapandemi Covid-19,” Epigraphe: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 4, no. 2 (2020): 154-69. https//doi.org/10.33991/epigraphe.v4i2.210. DOI: https://doi.org/10.33991/epigraphe.v4i2.210
Thianto, Yudha. An Explorer’s Guide to John Calvin. Explorer’s Guide. Downers Grove: Academic, 2022.
Widjaja, Fransiskus Irwan, Candra Gunawan Marisi, T. Mangiring Tua Togatorop, dan Handreas Hartono. “Menstimulasi Praktik Gereja Rumah di tengah Pandemi Covid-19.” Kurios 6, no. 1 (April 30, 2020): 127-39. https://doi.org/ 10.30995/kur.v6i1.166. DOI: https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.166
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 handoko handoko

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










