Selibat atau Menikah?: Petunjuk-Petunjuk Menentukan Pilihan Berdasarkan Studi Eksposisional 1 Korintus 7
DOI:
https://doi.org/10.36421/veritas.v18i2.341Kata Kunci:
Menikah, Selibat, Kelajangan, 1 Korintus 7Abstrak
Pergulatan batin memutuskan untuk menikah atau selibat merupakan pergumulan sebagian jemaat Tuhan, khususnya anak-anak muda. Memilih satu dari dua pilihan tersebut kadang menjadi sulit dengan beberapa kompleksitas yang ada, salah satunya karena kurangnya pemahaman akan prinsip-prinsip Alkitab berkaitan dengan isu ini. Sebagian orang percaya kurang mengerti petunjuk-petunjuk Alkitabiah yang dapat membantu mereka dalam masa menggumulkan untuk menikah atau selibat. Sementara pergumulan ini terus berlanjut, data menyatakan bahwa tingkat kelajangan meningkat kuantitasnya baik secara global maupun nasional. Baik akan menikah maupun selibat, keputusan untuk menentukan hal tersebut menurut Paulus haruslah berdasarkan pada karunia masing-masing. Tulisan ini akan memaparkan bahwa untuk mengenali karunia seseorang, ada beberapa petunjuk yang dapat dipelajari dari nasihat Paulus dalam 1 Korintus 7 soal status hidup, khususnya selibat, yaitu tentang perhatian hidup, dorongan seksualitas, dan keyakinan hati.
Unduhan
Referensi
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017. 2018. Adobe PDF.
Ciampa, Roy E. dan Rosner, Brian S. The First Letter to the Corinthians, Pillar New Testament Commentary. Grand Rapids: William B. Eerdmans, 2010.
Deming, Will. Paul on Marriage and Celibacy: The Hellenistic Background of 1 Corinthians 7. Grand Rapids: William B. Eerdmans, 2004.
Fee, Gordon D. The First Epistle to the Corinthians. The New International Commentary on the New Testament. Grand Rapids: Eerdmans, 1987.
Garland, David E. 1 Corinthians. Baker Exegetical Commentary on the New Testament. Grand Rapids: Baker, 2003.
Himawan, Karel Karsten, Bambling, Matthew dan Edirippulige, Sisira. “What Does It Mean to Be Single in Indonesia? Religiosity, Social Stigma, and Marital Status Among Never-Married Indonesian Adults.” SAGE Open (Juli-September 2018): 1-9. Diakses 2 Oktober 2018, https://doi.org/10.1177/2158244018803132. DOI: https://doi.org/10.1177/2158244018803132
Himawan, Karel Karsten, Bambling, Matthew dan Edirippulige, Sisira. “The Asian Single Profiles: Discovering Many Faces of Never Married Adults in Asia,” Journal of Family Issues (2018): 1-23. Diakses 2 Oktober 2018. https://doi.org/10.1177/0192513X18789205. DOI: https://doi.org/10.1177/0192513X18789205
Horsley, Richard A. “Spiritual Marriage With Sophia.” Virgiliae Christianae 33 no. 1 (1979): 46-54. DOI: https://doi.org/10.1163/157007279X00200
Huffman, Norman A. “Did Jesus or Paul Marry?” Journal of Ecumenical Studies 5 no. 4 (1968): 741-744.
Hurd, John. The Origin of 1 Corinthians. London: SPCK, 1965.
Thiselton, Anthony C. The First Epistle to the Corinthians. The New International Greek Testament Commentary. Grand Rapids: W. B. Eerdmans, 2000.
Tridarmanto, Yusak. “Menikah? Baik. Tidak? Lebih Baik: Suatu Telaah Teologis atas Respon Rasul Paulus terhadap Tendensi Hidup Selibat di dalam 1 Korintus 7.” Gema Teologi 33 no. 1 (April 2009): 1-17.
Vantassel, Stephen. “Celibacy: The Forgotten Gift of the Holy Spirit.” The Journal of Biblical Counseling 12 no. 3 (1994): 20-23.
Wehr, Kathryn. “Virginity, Singleness and Celibacy: Late Fourth-Century and Recent Evangelical Visions of Unmarried Christians.” Theology & Sexuality 17 no. 1 (Januari 2011): 76-99. Diakses 2 Oktober 2018. https://doi.org/10.1558/tse.v17i1.75. DOI: https://doi.org/10.1558/tse.v17i1.75
Winter, Bruce W. “Puberty or Passion? The Referent of υπερακμοσ in 1 Corinthians 7:36. ” Tyndale Bulletin 49 no. 1 (1998): 71-89. DOI: https://doi.org/10.53751/001c.30328
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2019 Elisabeth Natallina

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










