Dasar-Dasar Bercerita di Sekolah Minggu

Penulis

  • Benny Solihin Seminari Alikitab Asia Tenggara

DOI:

https://doi.org/10.36421/veritas.v1i1.25

Kata Kunci:

Church work for children, Sekolah Minggu

Abstrak

Jauh sebelum Alkitab ada, umat Allah sudah gemar berkata-kata mengenai Tuhan. Sambil duduk dekat api unggun di waktu malam, mereka menyanyi tentang kebesaran dan belas kasihan-Nya. Para kakek meneruskan kepada cucu mereka cerita-cerita mengenai Tuhan. Demikian seterusnya karya dan perbuatan Allah di dalam sejarah mereka turunkan kepada generasi selanjutnya dalam bentuk cerita, sesuai dengan apa yang diperintahkan Tuhan dalam kitab Ulangan 6:4-7. Penyampaian berita dalam bentuk cerita atau narasi sangat efektif dari zaman ke zaman dalam setiap generasi dan bangsa, sampai pada zaman moderen ini. Sekarang ini cerita dapat disampaikan melalui teknologi canggih seperti media elektronik dan audio visual. Harus diakui teknologi modern merupakan pilihan bagi anak-anak Sekolah Minggu di samping mendengar cerita dari orang tua dan Guru Sekolah Minggu (GSM) mereka. Namun demikian, meskipun media elektronik dan audio visual dapat melakukan tugas bercerita, tetapi mereka tidak dapat mengganti “hubungan pribadi” antara si pencerita dan pendengar, dalam hal ini anak-anak. Di sinilah seorang GSM memiliki kesempatan untuk tetap hadir dan sekaligus tantangan untuk meningkatkan mutu berceritanya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Benny Solihin, Seminari Alikitab Asia Tenggara

Penulis adalah alumnus Seminari Alkitab Asia Tenggara dengan gelar sarjana teologi (1992); sekarang melayani sebagai dosen homiletika dan Perjanjian Baru di Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang

Diterbitkan

01-04-2000

Cara Mengutip

Solihin, Benny. “Dasar-Dasar Bercerita Di Sekolah Minggu”. Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 1, no. 1 (April 1, 2000): 83–98. Diakses Mei 5, 2026. https://ojs.seabs.ac.id/index.php/Veritas/article/view/25.

Terbitan

Bagian

Artikel