Lay Missionary Movement and the Establishment of the Peranakan Chinese Christian Community in West Java 1858-1889

Authors

DOI:

https://doi.org/10.36421/veritas.v22i1.591

Keywords:

Mission, Lay Movement, Peranakan Chinese Christian, Indonesian Church History

Abstract

The lay missionary movement became characteristic of the Chinese Peranakan identity and community in West Java in the mid-19th century. Lay evangelists played a major role in the formation of Christian Peranakan communities in Indramayu, Cirebon, Batavia, and Bandung. Peranakan communities were formed long before the Dutch mission agency paid attention to the Chinese community. While it is true that pioneers of the Christian Peranakan community first heard the gospel message from Dutch pastors, it does not mean that Chinese churches in West Java were merely a zending heritage. Peranakan lay people were actively spreading the gospel through Bible study groups, discipleship, and their involvement in social issues. Unfortunately, stories that feature lay missionary achievements are often lost in the historical narratives of the church in Indonesia that are written mostly by Dutch historians. Such a lacuna has led to the loss of identity and missional vocation of the lay Chinese Christians as if they were never part of the mission and church history in Indonesia. This article thus attempts to historically examine and rebuild the narrative of the participation of the Chinese laity and see the factors that contribute to the weakening of the lay missionary spirit and their involvement among the Chinese church in West Java today. It is hoped that Chinese churches can once again sense the urgency to resurrect the lay missionary movement in the present age.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Yogi Fitra Firdaus, Gereja Kristen Indonesia Jemaat Anugerah

Memperoleh gelar Sarjana Teologi dari Sekolah Tinggi Teologi Bandung (STTB), saat ini melayani sebagai rohaniwan di GKI Anugerah Bandung.

References

Alkema, B. M. Al Dit Land Zal Ik U Geven. Batavia: F. B. Smitts, 1908.

Berg, C. C. Geschiedenis van Nederlandsch Indie, Deel II. Amsterdam: Jost van den Vondel, 1939.

Bosch, David J. Transformasi Misi Kristen: Sejarah Teologi Misi Yang Mengubah Dan Berubah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.

Brooks, Elizabeth Harper. Java and Its Challenge. Pittsburgh: Pittsburgh Young Conference, 1911.

Carey, Peter. Orang Cina, Bandar Tol, Candu dan Perang Jawa: Perubahan Persepsi Tentang Cina 1755-1825. Depok: Komunitas Bambu, 2015.

Coolsma, S. De Zendingseeuw Voor Nederladsch Oos-Indie. Utrecht: C.H.E. Breijer, 1901.

Cortesao, Armando. The Suma Oriental of Tome Pires. London: The Hakluyt Society, 1944.

Danasasmita, Saleh. Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran Dan Prabu Siliwangi. Bandung: Kiblat Buku Utama, 2015.

Dharmowijono, Widjajanti W. Bukan Takdir: Kisah Pencitraan Orang Tionghoa Di Nusantara. Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2021.

Estep, William R. The Anabaptist Story. Grand Rapids: Eerdmans Publishing Company, 1975.

Firdaus, Yogi Fitra. “Peran Orang-Orang Tionghoa Dalam Pekabaran Injil: Kajian Historis Terbentuknya Jemaat Tionghoa Di Jawa Barat.” Jurnal Abdiel 1, no. 4 (2020). https://doi.org/10.37368/ja.v4i1.120.

Galot, Jean. Theology of The Priesthood. San Fransisco: Ignatius Press, 1985.

Haan, F. de. Oud Batavia. Batavia: G. Kolff, 1922.

Hae, Ong Tae. The Chinaman Abroad; or a Desultory Account of the Malayan Archipelago Particularly Java. Shanghai: Mission Press, 1849.

Hartono, Chris. Dari Cipaku Sampai Jakarta: Sejarah Singkat Upaya-Upaya Keesaan Dari Pembentukan Bond Kristen Tionghoa Sampai Pembentukan Sinode Am Gereja Kristen Indonesia. Jakarta: Grafika Kreasindo, 2017.

Hartono, Chris. Orang Tionghoa Dan Pekabaran Injil: Suatu Studi Tentang Pekabaran Injil Kepada Masyarakat Tionghoa Di Jawa Barat Pada Masa Kolonial Hindia Belanda. Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen, 1996.

Hartono, Chris. Sejak Emas Murni Ditemukan: Dari THKTKH West Java Hingga Menjadi GKI Jabar (1938-1958). Jakarta: Grafika Kreasindo, 2016.

Herwiratno, M. “Kelenteng: Benteng Terakhir Dan Titik Awal Perkembangan Kebudayaan Tionghoa Di Indonesia.” Lingua Cultura 1, no. 1 (2007). https://doi.org/10.21512/lc.v1i1.264.

Heuken, Adolf. Gereja-Gereja Tua Di Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 2008.

Hodges, Melvin. Membangun Sidangku. Malang: Gandum Mas, 1978.

Hoetink, B. Ni Hoe Kong: Kapitan Tiong Hoa Di Betawie Dalem Tahon 1740. 2nd ed. Depok: Masup Jakarta, 2007.

Hoog, Aletta. De Papieren Zending. Amsterdam: Heerengracht, 1924.

Hudaya, Novia. “Imamat Am Orang Percaya Dan Relevansinya Bagi Pengembangan Misi Dalam Konteks Pluralisme Di Indonesia.” Te Deum 11, no. 1 (Desember 2021). https://doi.org/10.51828/td.v11i1.144.

Ismail, Andar. Awam Dan Pendeta: Mitra Membina Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.

Jonge, Christian de. Pembimbingan Ke Dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1991.

Kartodirjo, Sartono. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2019.

Kraemer, Hendrik. From Mission Field to Independent Church. The Hague: Boekencentrum, 1958.

Kraemer, Hendrik. Teologi Kaum Awam. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001.

Kunto, Haryoto. Wajah Bandoeng Tempo Doeloe. 5th ed. Bandung: Granesia, 2014.

Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang, 2005.

Kurnia, Paulus dan Leonard Halle. Gereja Kristus Ketapang Asal Usul Dan Derap- Langkahnya Menuju Milenium Ke-3. Cipanas: STT Cipanas, 1999.

Lan, Nio Joe. Riwajat 40 Taon Dari Tiong Hoa Hwe Koan-Batavia (1900-1939). Batavia: THHK, 1940.

Lindenborn. De Zending Op West-Java. Rotterdan: Electrische Drukkerij. D van Sus & Zon, 1914.

Lindenborn. Onze Zendingsvelden. West-Java. Den Haag: : Algemeene Boekhandel voor Inwendige en Uitwendige Zending, 1922.

Lohanda, Mona. Growing Pains: The Chinese and The Dutch in Colonial Java, 1890-1942. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 2002.

Lubis, Nina H. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika, 2018.

Lubis, Nina H. Sejarah Tatar Sunda Jilid 1. Bandung: Satya Historika, 2003.

Millies, Henricus Christiaan. De Chinezen in Nederlandsch Oost-Indië En Het Christendom. Amsterdam: Eene Schets, 1850.

Niemeijer, Hendrik E. Batavia Masyarakat Kolonial Abad XVII. Depok: Masup Jakarta, 2012.

Onghokham. Migrasi Cina, Kapitalisme Cina Dan Anti Cina. Depok: Komunitas Bambu, 2017.

Onghokham. Riwayat Tionghoa Peranakan Di Jawa. Depok: Komunitas Bambu, 2017.

Pauck, Wilhelm. “The Ministry in the Time of the Continental Reformation.” In The Ministry in Historical Perspectives. New York: Harper and Brother, 1956.

Raffles, Thomas Stamford. The History of Java. Vol. 2. Jakarta: Narasi, 2017.

Ricklefs, M. C. A History of Modern Indonesia, c. 1300 to the Present. Bloomington: Indiana University Press, 1981.

Rooseboom, H. J. Na Vijftig Jaren: Gedenkboek van de Nederlandsche Zendingsvereeniging 1868-1908. Batavia: D. van Sijn & Zoon, 1908.

Salmon, Cl. dan D. Lombard. Klenteng-Klenteng Dan Masyarakat Tionghoa Di Jakarta. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 2003.

Soei, Tio Ie. Lie Kim Hok, 1853-1912. Bandung: Penerbit L.D. “Good Luck,” 1959.

Suryadinata, Leo. Dilema Minoritas Tionghoa. Jakarta: Grafiti Pers, 1984.

Suryadinata, Leo. Politik Peranakan Tionghoa Di Jawa. Jakarta: Sinar Harapan, 1986.

Taylor, Jean Gelman. Kehidupan Sosial Di Batavia. Depok: Komunitas Bambu, 2009.

Van den End, Th. Ragi Carita 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1980.

Van den End, Th. Sumber-Sumber Zending Tentang Sejarah Gereja Di Jawa Barat 1858-1963. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Weaver, J. Denny. Becoming Anabaptist. Scottdale: Herald Press, 1987.

Wolterbeek, J. D. Babad Zending Di Pulau Jawa. Yogyakarta: Taman Pustaka Kristen, 1995.

Published

02-06-2023

How to Cite

Firdaus, Yogi Fitra. “Lay Missionary Movement and the Establishment of the Peranakan Chinese Christian Community in West Java 1858-1889”. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 22, no. 1 (June 2, 2023): 19–37. Accessed May 24, 2024. https://ojs.seabs.ac.id/index.php/Veritas/article/view/591.

Issue

Section

Articles