Blended Worship : Sebuah Alternatif Model Ibadah Kekinian

Authors

  • Andrew Abdi Setiawan

DOI:

https://doi.org/10.36421/veritas.v8i1.167

Keywords:

Public worship.

Abstract

Belakangan ini, blended worship (BW) mulai digandrungi oleh gereja-gereja injili. Salah satu alasan umum adalah karena BW dapat merangkul ibadah tradisional dan kontemporer sehingga ibadah dapat menjadi lebih inklusif. Artinya, jemaat yang lebih menyukai ibadah tradisional dan jemaat yang lebih menyukai ibadah kontemporer akan dapat bersatu dalam satu atap gereja. Tapi pertanyaannya, aspek apakah yang dirangkul oleh BW? Umumnya, orang akan menjawab bahwa BW adalah ibadah yang mengombinasikan antara musik tradisional dan musik kontemporer. Contohnya, lagu himne yang biasanya diiringi dengan piano atau organ, maka dalam BW lagu tersebut bisa diiringi dengan alat-alat musik modern, seperti drum, gitar elektrik, dan sebagainya. Dari pandangan umum yang demikian, kita melihat bahwa acap kali orang Kristen memahami BW pada gaya (style) musiknya. Pertanyaannya, apakah benar BW memiliki titik berat utama pada sebuah gaya musik? Artikel kali ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan memaparkan informasi-informasi yang memadai seputar BW sehingga kita dapat memahami apa yang menjadi tekanan utama model ibadah tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Andrew Abdi Setiawan

Andrew Abdi Setiawan adalah mendapat gelar S. Th. dari Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang (2004). Saat ini, ia sedang studi lanjut di Trinity Theological College, Singapura.

Downloads

Published

01-04-2007

How to Cite

Setiawan, Andrew Abdi. “Blended Worship : Sebuah Alternatif Model Ibadah Kekinian”. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 8, no. 1 (April 1, 2007): 129–139. Accessed May 21, 2022. https://ojs.seabs.ac.id/index.php/Veritas/article/view/167.

Issue

Section

Articles